Minggu, 15 Agustus 2010

hydraulic system

Fluida
  sistem hydraulic erat kaitannya dengan Fluida (zat cair),dimana  fluida tersebut memiliki sifat sifat sebagai berikut : 1. mudah menyesuaikan bentuk (container)
                         2. tidak dapat dimampatkan
                         3. meneruskan tekanan kesegala arah
                         4. mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah
 
Dari sifat-sifat fluida tersebut maka muncullah HUKUM PASCAL, dan hukum ini  banyak dipakai dalam sustu sistem hidrolik. Bunyi hukum PASCAL adalah :
  “   Zat cair dalam ruangan tertutup dan diam ( tidak mengalir ) mendapat   tekanan, maka tekanan tersebut akan diteruskan ke segala arah dengan sama rata dan tegak lurus bidang permukaannya “.

   Rumus Hukum Pascal : F = P x A ( Kg )
  
    Dimana  :  F  =  Gaya ( Force ) ( K g ).
                      P  =  Tekanan ( Pressure Kg/Cm2 ).
                      A  =  Luas Penampang ( Area  Cm2 )


Komponen dasar pada rangkaian hydraulic
1. Hydraulic pump,berfungsi merubah tenaga engine (atau penggerak lainnya) menjadi tenaga hydraulic,semua        pompa menimbulkan aliran (flow) pada fluida,prinsip ini disebut DISPLACEMENT dimana suatu fluida dipindahkan dari suatu tempat ke tempat lain.

      
2.  Control valve,valve pengontrol pada sistem hydraulic.berdasarkan fungsinya dibagi menjadi 3 macam:
            - pressure control valve,mengatur tekanan dalam sistem pada tekanan tertentu kemudian                                               mengembalikan sebagian fluida (oil) ke oil tank           
         - flow control valve,mengatur jumlah aliran yang mengalir ke actuator         
         - directional control valve,mengatur arah aliran fluida






3. Actuator,merubah tenaga hydraulic menjadi tenaga mekanis baik dalam bentuk reciprocating             maupun rotary.pada hydraulic system ada 2 actuator
                  - cylinder hydraulic,




                        
                    - motor hydraulic